MUI Sulut Kecam Bom Bunuh Diri di Solo

41
180

MANADO– Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Utara (Sulut) KH Fauzi Nurani mengungkapkan prihatin terhadap aksi bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepuluh (GBIS) Kepunton Solo, Jawa Tengah, Minggu (25/9/2011).

“Kami prihatin adanya pristiwa bom bunuh diri yang terjadi hari ini di gereja,” ujarnya.


Nurani menambahkan membom tempat ibadah adalah tindakan yang tidak dibenarkan dalam Islam, sebab Islam adalah agama rahmat bagi alam semesta, oleh karena itu mengecam tindakan bom bunuh diri yang dilakukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab tersebut.

“Yang harus dipikirkan adalah bagaimana efek dari bom bunuh diri tersebut, apalagi bagi para korban dan keluarganya, pasti membawa kesedihan yang mendalam,” katanya.

Padahal yang harus dilakukan dizaman sekarang ini, apalagi di Indonesia adalah berkarya membangun negeri ini melalui bidang masing-masing. “Umat Islam di Sulut harus bersatu memperkuat Ukhuwah Islamiyah dan jangan mudah terprovokator oleh pihak yang ingin memecah belah negara ini,” katanya.

Selain itu, perkuat terus toleransi antar umat beragama yang sudah terjalin selama ini, sebab hal itu sangat penting, demi terciptanya perdamaian di muka bumi ini.

Oleh karena itu dirinya berharap agar tidak ada lagi bom bunuh diri di negeri ini, apalagi di tempat ibadah manapun, hal ini karena tidak dibenarkan untuk alasan apapun. “Korban bom bunuh diri adalah mereka yang tak bersalah,” kata Nurani.(Tribunnews.com)

LEAVE A REPLY