3 Maret 2018

MUI Tandatangani MoU Tadabbur Alam dengan Komunitas Pencinta Wisata Muslim di Ajang Astindo Travel Fair 2018

LPLH-SDA MoU Raja Ampat
864 Views
SHARE

JAKARTA — Sebagai upaya mengembangkan industri pariwisata yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan keimanan kepada Allah SWT, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menandatangani kerjasama dengan Komunitas Pencinta Wisata Muslim (KPWM) di Jakarta Convension Center, Jakarta Sabtu (3/3).

Ketua Lembaga Pemuliaan Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam MUI, Hayu Prabowo mengatakan, salah satu fungsi tadabbur alam adalah sarana mengenal Allah SWT.

“Tadabbur alam merupakan sarana untuk lebih mengenal Allah sang pencipta langit dan bumi serta segala isinya, ” tuturnya saat memberikan sambutan.

Ia menambahkan, tujuan tadabbur bukan hanya jalan-jalan di alam, namun juga lebih dari itu. Khususnya mengenali hakikat penciptaan dan kehidupan dunia seisinya. Dari keindahan alam, lanjut Hayu, manusia akan mengingat Allah.

Selain itu, Hayu melanjutkan, tadabbur juga bertujuan meningkatkan industri pariwisata di Indonesia. Tadabbur alam menurutnya berguna untuk menjaga keberlanjutan flora dan fauna. Tadabbur alam juga diharapkan mampu menjaga kebudayaan dan kearifan lokal suatu wilayah.

“Pola wisata ini menekankan pada percepatan wisata berbasis masyarakat yang ini telah berkembang dan menjadi pilihan bagi wisatawan mancanegara, ” ujarnya.

Dalam ajang Asosiasi Perusahaan Agen Penjual Tiket Penerbangan (Astindo) Travel Fair 2018 tersebut, Ketua Tim Percepatan Wisata Sejarah Religi Tradisi dan Seni Budaya Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memaparkan, program wisata tadabbur alam ini muncul seiring tumbuhnya kesadaran manusia yang merasa disibukkan masalah duniawi. Tadabbur alam mampu menyeimbangkan antara duniawi dan rohani.

“Tanpa mengeleminasi nilai-nilai spiritual, kegiatan tadabbur alam menyuguhkan dan memadukan dua sisi yang bertolak belakang dalam satu paket,” ujarnya.

Program ini juga selaras dengan amanah Peraturan Menteri Pariwisata No 14 Tahun 2016 tentang Pedoman Destinasi Pariwisata Berkelanjutan. Peraturan tersebut menyebutkan bahwa pembangunan kepariwisataan harus bertumpu pada keanekaragaman, keunikan, dan kekhasan budaya alam dengan tidak mengabaikan kebutuhan masa yang akan datang, sehingga diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi yang membawa manfaat pada kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Ketua Umum KPWM, Sjarman Sjarif mengungkapkan, pihaknya akan bekerjasama dengan seluruh pemangku kepentingan dalam merealisasikan MoU ini.

“Kami akan mengumpulkan berbagai komunitas pariwisata di seluruh Indonesia untuk ambil bagian dalam pengembangan Wisata Religi Tadabbur Alam, ” katanya.

Rencananya, wisata religi tadabbur alam akan dilaksanakan pertama kali pada 29 Maret 2018 di Raja Ampat.

“Destinasi ini dipilih karena tidak hanya Raja Ampat memiliki keindahan alam yang sangat indah, namun juga merupakan salah satu pusat penyebaran agama Islam di Papua Barat, ” pungkasnya. (Azhar/Din).