26 Juli 2017

MILAD KE-42, MUI Teguhkan Integrasi Nilai Keagamaan Dan Kebangsaan

WhatsApp Image 2017-07-23 at 17.20.26
495 Views
SHARE

SIARAN PERS
MILAD KE-42, MUI Teguhkan Integrasi Nilai Keagamaan dan Kebangsaan

Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang lahir 26 Juli 1975, besok Rabu (26/7) akan memasuki usia ke-42.

Dalam rangka Milad ke-42, MUI akan menyelenggarakan berbagai rangkai kegiatan untuk meneguhkan integrasi nilai keagamaan dalam konteks kebangsaan.

“Acara diawali dengan penyelenggaraan FGD (Focus Group Discussion) tentang arus baru ekonomi Syariah, bersama dengan Bank Indonesia, dilaksanakan oleh Dewan Syariah Nasional (DSN) MUI bekerja sama dengan Bank Indonesia, Senin (24/7) kemarin”, ujar Ketua MUI Bidang Informasi Masduki Baidlowi di Jakarta, Selasa (25/7).

Acara puncak Milad ke-24 akan dilaksanakan Rabu (26/7) di Balai Sarbini Jakarta, yang akan dihadiri Presiden RI.

Acara Milad dirangkai dengan Anugerah Syiar Ramadhan 2017. Selama bulan Ramadhan, MUI bersama dg KPI melakukan pengawasan terhadap materi siaran. Dan untuk itu, MUI memberikan apresiasi atas materi siaran Ramadhan yang memiliki nilai religi, edukasi, dan rekreasi secara baik sehingga dapat menjadi tuntunan bagi masyarakat dan mendorong terwujudnya masyarakat yang cerdas, beradab dan berbudaya. Nilai2 keagamaan dapat menjadi kaedah penuntun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Untuk kepentingan refleksi atas keberperanan khidmah MUI dalam masalah sosial politik dan budaya, MUI juga mengundang para peneliti, akademisi, dan pengkaji masalah peran MUI dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Untuk itu, MUI menyelenggarakan kegiatan International Islamic Conference on Fatwa Studies. “Acara ini diikuti oleh 150 akademisi yang meneliti tentang fatwa dan perannya dalam kehidupan berbangsa. Kami ingin memperoleh masukan, sekaligus dapat berdiskusi dari berbagai perspektif”, ujar Sekretafis Komisi Fatwa MUI Asrorun Ni’am Sholeh yang bertindakn sebagai Ketua Panitia.

Pokok Pikiran Ketua Umum MUI
1. Komitmen kebangsaan sesuai
2. Komitmen pd pemerintahan yg sah
3. Arus baru ekonomi Indonesia. Kesenjangan, kmtmen pres dan
4. Ekonomi syariah. Era baru dg telah dibentuknya KNKS. Oernyataan pres bhwa jkt sbg pusat keuangan syariah dunia, dg pcanangan arus baru. Indonesia punya potensi besar.
5. Palestina, minta PBB
6. ASR