22 Februari 2018

Hadiri Sarasehan Ekonomi Umat, Kiai Ma’ruf: Potensi Umat Harus Kita Kapitalisasi

Sarasehan Ekonomi Umat
1.743 Views
SHARE

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH. Ma’ruf Amin meminta kalangan muslim mengkapitalisasi potensi pasar umat yang ada di Indonesia. Menurutnya, potensi pasar muslim yang melimpah justru banyak dimanfaatkan oleh kalangan lain juga kalangan luar negeri. Kapitalisasi pasar tersebut adalah langkah mewujudkan kedaulatan bangsa.

“Saya berharap umat harus kami kapitalisasi sendiri untuk mewujudkan kedaulatan bangsa,’’ kata Ma’ruf, Kamis (22/02) saat menghadiri Sarasehan Ekonomi Umat bertema Kemandirian dan Keadilan Ekonomi Umat di gedung Smesco Indonesia, Jakarta seperti dimuat Bisnis.com.

Dalam sambutannya, Kiai Ma’ruf juga mengatakan, harapan terhadap trickle down effect ternyata tidak terwujud. Harapannya dulu, kesejahteraan yang menumpuk di konglomerat akan mengalir ke kalangan ekonomi bawah, namun ternyata tetap berada di konglomerat bahkan semakin bertambah. Hal inilah yang kemudian melahirkan kesenjangan ekonomi.

MUI kemudian mengadakan Kongres Ekonomi Umat (KEU) pada April 2017, yang melahirkan gerakan Arus Baru Ekonomi Indonesia, termasuk di dalamnya Lembaga Ekonomi Umat (LEU) pada Oktober 2017 lalu.

Keberadaan LEU merupakan titik terang permasalahan retail. Sebagai retail yang menggurita di Indonesia, Indomaret maupun Alfamart, tutur Kiai Ma’ruf, tidak menyediakan banyak tempat untuk produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Di dalamnya masih dipenuhi produk-produk perusahaan konglomerat. LEU hadir sebagai retail yang menjembatani produk umat khususnya dari UMKM agar memperoleh pasar lebih luas.

“Jadi LEU hadir untuk menjawab tantangan tersebut, yaitu membalik agar umat tidak lemah, malas, dan selalu dililit utang, ’’ ungkap Kiai Ma’ruf.

Sedangkan Ketua Umum LEU Bambang Wijonarko mengatakan, keberadaan LEU akan menunjang kemandirian ekonomi umat. Dia menambahkan, selama umat seolah berjalan sendiri tanpa perlindungan pemerintah. Padahal pengusaha kuat mendapat kelimpahan fasilitas.

“Kami juga ingin mengawal bagaimana regulasi pemerintah dapat disinergikan ke dalam program pemberdayaan ekonomi umat, ” katanya.

Sumber: Bisnis.com