16 Juni 2016

11% Siswa SMA Setuju Khilafah

pelajar-dukung-khilafah-300x199
940 Views
SHARE

Lembaga yang mendukung pluralisme dan hak asasi manusia, Setara Institute, menyurvei tingkat toleransi siswa SMA Negeri di Jakarta dan Bandung Raya. Hasilnya menunjukkan tingkat toleransi siswa masih cenderung besar.

Namun beberapa temuan unik diperoleh. Salah satunya mengenai sistem sosial politik. “Idealisasi, romantisme, dan utopis agama, dukungan terhadap agama sebagai sistem sosial, hasilnya cukup besar,” ujar Wakil Ketua Setara Institute Bonar Tigor Naispospos di Cikini Raya, Jakarta, Selasa, 24 Mei 2016.

Salah satu hasil ditarik dari pertanyaan: pemerintahan apakah yang paling baik untuk diterapkan di Indonesia saat ini? Dari total 760 siswa, sebanyak 647 responden atau 86 persen menjawab demokrasi. Pilihan lain yang disediakan menunjukkan 85 responden atau 11 persen menjawab khilafah, 16 responden atau 2 persen tidak tahu/tidak menjawab, dan 6 responden atau 1 persen menjawab monarki.

Setuju Khilafah, Kenapa Harus Takut?
Menurut Zain Rahman, Pemerhati Politik dari Institut Politik Persaudaraan Muslim Indonesia, baginya temuan itu tidak mengejutkan.
“Bagi saya, temuan tentang 11% persen mendukung khilafah itu tidak mengejutkan. Toh, sebenarnya di dunia ini negara bisa berkembang,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (25/05).
Lanjutnya, “Justru ini adalah dinamika generasi kita hari ini. Kita berhak mendukung mereka dalam aspirasi, dan wajar saja bila dukungan itu ada. Sebab mayoritas negeri ini adalah muslim. Bahkan ide Khilafah itu berasal dari islam, selagi tidak bertentangan kenapa mesti ditolak?”.
Justru menurutnya, Setara harusnya mensurvey, betapa banyak siswa SMA yang tak setuju pemikiran liberal dan pluralisme. Sebab menurut Zain, wacana Liberalisme dan Pluralisme justru bertentangan dengan UUD dan Pancasila.